Serunya Mendaki Bromo Bersama Bayi

Bromo, Camper Van on Brown, gunung, mendaki -

Serunya Mendaki Bromo Bersama Bayi

Camper Van on Brown in Bromo

Kalau ngomongin wisata alam, Indonesia juaranya. Betul enggak, ma? Mau wisata darat maupun air, Indonesia punya semuanya. Makanya, sebagai mama, ide untuk mengajak si kecil mengeksplor alam Indonesia sangatlah banyak. Ke pantai, ayo, ke gunung pun bisa.

Tapi, sering kepikiran enggak sih, Ma, buat apa kita ngajak anak bayi ke tempat-tempat outdoor? Kan panas, belum lagi debu, dan ribet deh kalau hujan. Meskipun banyak rintangannya, tapi menjelajah alam punya segudang manfaat untuk buah hati kita. Diantaranya adalah mengenalkan lingkungan serta berbagai macam ciptaan Tuhan, yaitu hewan, tumbuhan, matahari, dan sebagainya.

Menjelajah alam juga bisa merangsang alat indra si kecil. Misalnya saat merasakan udara yang sejuk, mencicipi buah saat memetik langsung, atau saat berinteraksi dengan berbagai macam hewan. Perjalanan wisata alam juga secara psikologis bisa membuat mama lebih dekat dengan si kecil.

Seperti yang dilakukan salah satu Zakkel Family mama, Novi Rina. Mama Novi menggendong si kecil saat naik gunung. Enggak tanggung-tanggung, mama Novi mempraktekkan langsung nyamannya front carry maupun back carry dengan Zakkel Baby Carriers. Simak keseruannya berikut ini. 

Hai, mama! Bisa diceritakan sedikit awal mula mengajak si kecil naik gunung?

Jadi awalnya aku sama suami sama-sama tukang jalan dan hiking. Nah, kita absen jalan-jalan dan hiking hampir 2 tahun dan endingnya kita buat bucket list ke Gunung Bromo atau Gunung Papandayan kalau anak kita udah 1 tahun. Akhirnya tercapai juga ke Bromo dan sekitarnya. Sempet ngerasa ngeri dan takut buat ajak Rinjanni (18 bulan) naik, secara perjalanannya tengah malem, apalagi Rinjanni istirahatnya kurang karena kita naik kereta ekonomi yg kurleb 17 jam dan jam 12 malam sudah start jalan ke Bromo.

Tapi, dengan bismillah dan saya sudah menyiapkan safety buat Rinjanni, saya positive thinking anak saya akan hangat jika digendong model kanguru, dan suhu tubuh saya saat berjalan akan hangat, akhirnya memutuskan tetep hiking.

Naik gunung sambil membawa bayi, apa tidak merasa repot?

Ya kemarin sempet mikir ribet, tapi alhamdulillah gak (repot atau ribet).

Reaksi si kecil saat naik gunung dan melihat objek wisata disana bagaimana, ma?

Di perjalanan naik, Rinjanni tetap tertidur pulas dan sempet bangun, tapi langsung saya susuin, kebeneran masih ASI.

Selama naik gunung ngalamin momen si kecil rewel?

Gak. Alhamdulillah gak rewel di jalan pulesss less tidur karena hangat kali, ya, digendong. Soalnya saya pake jaket yang besar dan si kecil di dalemnya, jadi orang-orang gak liat aku bawa anak, pas buka jaket baru keliatan.

Wah, menggendong sangat membantu ya, ma?

Membantu banget. Gak pegel di pundak cuman terengap-engap ajah udah lama gak hiking. Pas turunnya, anak saya back carry.

Next destination akan seru-seruan kemana lagi nih setelah naik gunung?

Rencana kita mau ke Gunung Gede atau Pulau Seribu akhir tahun ini.

Camper Van on Brown in Bromo

Seru sekali ya, ma, berpetualang menikmati keindahan alam dengan membawa serta si kecil. Akan tetapi, perlu diperhatikan saat akan membawa si kecil berkegiatan (misalnya hiking) harus memiliki pertimbangan yang matang dan persiapan yang detail.

Selamat berpetualang!


Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published