Bagaimana Menggendong dapat Meningkatkan Ikatan antara Ibu dan Bayi?

Bagaimana Menggendong dapat Meningkatkan Ikatan antara Ibu dan Bayi?

Menggendong bukan hal baru dalam budaya Indonesia. Nenek moyang kita telah menggendong anak dan cucunya terdahulu tanpa mengetahui manfaat menggendong. Menggendong memiliki segudang manfaat bagi ibu dan bayi. Salah satu manfaat menggendong yang langsung dirasakan oleh ibu dan bayi adalah meningkatkan ikatan antara ibu dan bayi.

Ikatan bukanlah keintiman yang instant. Ikatan adalah proses bertahap. Beberapa pasang orang tua-bayi lebih cepat memiliki ikatan yang lebih kuat daripada yang lainnya. Dengan menggendong bayi ,pembentukan ikatan ini menjadi dipercepat. [1]

Ikatan antara bayi banyak didukung dengan kedekatan yang diciptakan saat menggendong. Menggendong menciptakan kontak fisik antara ibu dan bayi.Menggendong dengan posisi kepala bayi berada pada bagian bawah leher ibu, tepat dimana kotak suara berada. Bayi dengan mudah dapat mendengar suara dan vibrasi yang terjadi saat ibu mengeluarkan suara. Sehingga bayi dapat dengan mudah terninabobo hingga tertidur.

Menggendong juga mempermudah kontak kulit yang dapat membuat denyut jantung dan pernafasan bayi menjadi lebih stabil, mengatur suhu tubuh dan ritme sirkadian atau pola tidur bayi, serta merangsang bayi untuk menyusu. Menggendong dapat mengurangi tangisan bayi sehingga lebih tenang [2]

Tegasnya, ikatan berarti: mereka merasa baik-baik saja ketika bersama dan merasa tidak baik ketika berpisah. [1]

Kedekatan antara bayi dan penggendong membuat ibu dapat memperhatkan bayi lebih dekat dan dapat menangkap dorongan-doroangn biologis atau isyarat bayi untuk berkomunikasi dengan ibu. Rengekan pelan, isapan, senyuman, kelucuan yang memikat ibu dan membuatnya bahagia. Semakin sering ibu dekat dengan bayi, ibu semakin mudah mengenali bahasa tubuh bayi dan dapat meresponnya dengan lebih cepat. Ikatan yang terbangun melalui menggendong dapat membantu ibu memproduksi hormon keibuan, yaitu prolactin dan oxytocin.

Jadi menggendong mempengaruhi ibu dan bayi, ibu menjadi lebih responsif terhadap kebutuhan bayi dan bayi menjadi lebih dekat dengan ibu. [3]

 

Penulis: Afifah Mu’minah
Certified Babywearing Consultant from School of Babywearing UK
Bubu Foundation (Yayasan Ibu dan Anak)



Referensi:

[1] Sears, William et al. 1992. The Baby Book, Everything You Need To Know About Your Baby From Birth to Age Two, Second Edition. New York: Little Brown and Company

[2] Hunziker UA dan Barr RG. 1986. Increased Carrying Reduces Infant Crying: A Randomized Controlled Trial. Pediatrics. Vol. 77(5):641-8.

[3] Anisfeld E, Casper V, Nozyce M, dan Cunningham. 1990. Does Infant Carrying Promote Attachment? An Experimental Study of The Effects of Increased Physical Contact on The Development of Attachment. New York: Child Dev. Vol. 61(5): 1617-27.




Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published